Sabtu, 17 Maret 2012

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd)


BAHAN BACAAN

PELATIHAN
TIM PENGELOLA dan PEMELIHARA PRASARANA (TP3)







PEMELIHARAAN PRASARANA DAN SARANA


A.  PENDAHULUAN
          Sebagian besar masyarakat masih berpendapat bahwa pemeliharaan semua fasilitas umum, menjadi tanggung jawab pemerintah, tidak ada seorangpun yang merasa bertanggung jawab untuk memeliharanya,  oleh sebab itu, prasarana umum pada umumnya rentan terhadap kerusakan. Di sisi lain pemerintah menghadapi kendala anggaran untuk membiayai pemeliharaan semua fasilitas, terutama fasilitas  umum di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu pemeliharaan prasarana sangat mengutamakan peran serta masyarakat desa. Kendala yang dihadapi saat ini adalah.
Salah satu prinsip PNPM-MPd adalah keberlanjutan, artinya bahwa dalam setiap pengambilan keputusan atau tindakan pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemeliharaan kegiatan harus telah mempertimbangkan sistem pelestariannya, bahwa masyarakat bertanggung jawab terhadap kesinambungan setiap usulan yang diusulkan, ( pelestarian kegiatan). Disamping itu sesuai dengan isi Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) bahwa masyarakat sepakat dan berjanji akan memelihara prasarana dan sarana melalui swadaya masyarakat dengan sebaik – baiknya.
Prasarana yang telah dibangun oleh PNPM-MPd dengan biaya cukup besar dan merupakan modal masyarakat tidak akan dapat berfungsi dengan baik atau akan cepat rusak jika tidak dibangun sistem pemeliharaan. Dengan adanya kegiatan pemeliharaan dapat memperpanjang masa pakai fasilitas yang telah dibangun.  Lebih mudah dan efektif mencegah kerusakan dari pada memperbaiki prasarana yang sudah rusak. Pada umumnya, pemeliharaan adalah hal yang kurang diperhatikan.
B.  ORGANISASI PEMELIHARAAN
          Prinsip kerja organisasi pemeliharaan yang harus dikembangkan adalah musyawarah dan transparan yang dapat menumbuhkan rasa memiliki di masyarakat terhadap apa yang sudah dibangun dan tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab untuk mau memeliharanya.
          Bentuk struktur organisasi kelompok pemeliharaan di tingkat desa bebas sesuai dengan keinginan dan kesepakatan masyarakat khususnya para pemakai jenis prasarana yang telah dibangun . Organisasi Kelompok Pemeliharaan di bentuk melalui musyawarah secara terbuka yang difasilitasi oleh LPMD/LPMK, sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua kelompok dan anggotanya sebagai kelompok pemakai prasarana . Bisa juga ditambah seorang bendahara kelompok yang bertugas mengumpulkan dan mencatat uang iuran anggota kelompok / masyarakat dan kegunaan dipakai sesuai rencana.
          Fungsi dari kelompok pemeliharaan adalah melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara rutin, sedangkan untuk kegiatan perencanaan, pengendalian peningkatan dan pengembangan prasarana dilaksanakan oleh LPMD/LPMK berdasarkan masukan – masukan dari kelompok pemeliharaan, kelompok pemakai dan masyarakat desa. Termasuk perencanaan dan pengaturan pembiayaan kegiatan



C.  KEGIATAN PERENCANAAN PEMELIHARAAN
          Pengertian pemeliharaan adalah usaha–usaha dan kegiatan – kegiatan yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana yang sudah dibangun selalu dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dioperasikan secara optimal dan terjaga kelestariannya.
1.    Rencana Pemeliharaan Prasarana
       Berdasarkan  pada hasil survai di lokasi TP3 dapat membuat rencana pemeliharaan meliputi :
a.       Bentuk kegiatan pemeliharaan
b.      Perkiraan kebutuhan sumber daya dan biaya
c.       Mekanisme pelaksanaan pengerahan tenaga kerja dan pelaporan
d.      Perkiraan pengadaan biaya/sumber biaya

2.    Bentuk Kegiatan Pemeliharaan.
    Berdasarkan sifatnya pemeliharaan dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu :
a.       Pemeliharaan Rutin, yaitu kegiatan pemeliharaan prasarana yang dilakukan secara rutin untuk penanganan masalah – masalah ringan yang dilakukan oleh anggota kelompok masyarakat. Kegiatan ini tidak membutuhkan biaya baik untuk konstruksi maupun upah pekerja, tetapi membutuhkan tenaga kerja maka perlu rencana berapa tenaga kerja yang dibutuhkan setiap mingggu secara bergilir.
b.      Pemeliharaan Periodik, yaitu kegiatan pemeliharaan  prasarana yang dilakukan secara periodik/berkala, misalnya satu bulan sekali untuk penanganan masalah – masalah  sedang yang bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat . Kegiatan ini sedikit atau cukup membutuhkan biaya untuk perbaikan kontruksi, yaitu pengadaan bahan – bahan dan dihitung juga kebutuhan tenaga yang diperlukan.
c.    Pemeliharaan Darurat, yaitu kegiatan pemeliharaan prasarana yang dilakukan segera penanganan masalah-masalah berat berdasarkan hasil survei  atau masalah – masalah yang muncul kemudian akibat kerusakan pemakaian dan bencana alam yang perlu segera ada tindakan dan penanganan . Kegiatan ini berupa perbaikan permanent dan penggantian bangunan sehingga prasarana dapat berfungsi kembali yang membutuhkan biaya cukup besar, baik untuk pengadaan bahan – bahan alat dan insentif bagi tenaga kerja

3.      Mekanisme Pelaksanaan, Pengawasan dan Pelaporan
Ø  Perlu dibuat mekanisme pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan, agar kegiatan pemeliharaan berjalan sesuai dengan rencana.
Ø  Pola pendekatan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat sehingga masyarakat bisa berperan.
Ø  Jadwal pelaksanaan harus dibuat dan dibagikan kepada semua orang yang berkepentingan dan dipasang  pada papan informasi sebagai bentuk transparansi.
Ø  Perlu dijadwalkan kegiatan rapat mingguan atau bulanan sebagai kegiatan evaluasi dan pembuatan rencana detil kegiatan selanjutnya.
Ø  Laporan kegiatan harus dibuat, bentuknya bebas, dibuat sesederhana mungkin, yang penting memuat informasi yang dibutuhkan, seperti jenis pekerjaan, jumlah tenaga kerja , lama kerja, hasil kerja, besar biaya yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan.
4.      Perkiraan Sumber Biaya
Kegiatan pemeliharaan prasarana desa baik yang dibangun melalui bantuan PNPM-MPd atau proyek lain dan juga yang dibangun oleh masyarakat merupakan tanggung jawab masyarakat sendiri pada umumnya dan atau anggota kelompok pemakai prasarana tersebut pada khususnya. Beberapa alternatif untuk memperoleh sumber dana :
1.    Iuran anggota kelompok pemakai prasarana seperti untuk MCK, air bersih, irigasi dan sarana ekonomi lainnya. Besarnya iuran dimusyawarahkan khususnya untuk system prasarana yang menggunakan peralatan mesin/listrik/BBM, besarnya iuran itu harus termasuk biaya pengembalian investasi peralatan yang sudah diperhitungkan terhadap umur pemakainya peralatan dan inflasi.
2.    Penanaman pohon-pohon produktif pada bahu jalan (jika memungkinkan) atau tempat-tempat umum lainnya.
3.    Jimpitan atau sumbangan dari hasil petani
4.    Biaya sewa tempat untuk jenis prasarana ekonomi tertentu, seperti Pasar desa atau bangunan lainnya.
5.    Retribusi Desa untuk pengangkutan komoditi yang melewati jalan desa atau jembatan atau bangunan lainnya, dan lain-lainnya.
 Catatan : Untuk pemeliharaan POLINDES sebaiknya tidak dibebankan kepada pasien yang berobat karena biaya berobat di Polendes dan Puskesmas sudah ada standarnya, untuk mengantisipasi hal tersebut biaya pemeliharaan dapat diperoleh dari iuran sosial di desa yang biasanya sudah biasa berjalan dan ada di desa


KIAT – KIAT PEMELIHARAAN

1.    Jalan 
Ø  Mempertahankan punggung sapi (lapisan permukaan)
Ø  Saluran samping dan gorong-gorong
Ø  Daerah tanjakan
Ø  Bahu jalan
Ø  Longsoran tebing
2.      Jembatan 
Ø Abutment bagian bawah
Ø  Lantai kayu
Ø  Oprit jembatan
Ø  Perawatan gelagar besi, railing, di cat
Ø  Jembatan gantung pada warfel sering diberi pelumas
3.      M.C.K 
Ø  Pembuangan saluran air kotor
Ø  Asesories
Ø  Pembersihan lantai, bak, closet
Ø  Air harus selalu tersedia
4.      Air Bersih 
Ø       Bak penyaringan (outlet, inlet)
Ø  Jaringan pipa
Ø  Asesories
Ø  Pompa (kalau ada)

Kapan dilakukan pemeliharaan ?
1.      Jalan        
Ø  Rutin satu/dua kali dalam sebulan
Ø  Mendesak, bila sewaktu-waktu terjadi kerusakan yang fatal
Ø  Menjelang dan selama musim hujan
2.      Jembatan
Ø  Menjelang atau selama musim hujan
Ø  Kalau ada kerusakan/satu, dua kali setahun
3.      M.C.K/Gedung.
Ø  Rutin setiap hari oleh kelompok pemakai
4.      Air bersih
Ø  Rutin satu, dua kali dalam seminggu.

Bagaimana caranya agar masyarakat mau memelihara asset desa dengan baik dan berkelanjutan ?
1.      Sosialisasi awal untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kesadaran akan pentingnya manfaat jangka panjang
2.      Buat organisasi pelaksanaan pemeliharaan
3.      Adakah pembagian wilayah kerja
4.      Diadakan lomba kebersihan
5.      Petugas air bersih diberi insentif
6.      Membuat program kerja pemeliharaan
7.      Melibatkan seluruh masyarakat desa


FORMAT RENCANA PEMELIHARAAN PRASARANA

1.      Organisasi
a.    Tim Koordinasi Pemeliharaan
b.    Kelompok Pemeliharaan
c.    Prinsip kerja Organisasi Pemeliharaan : Musyawarah dan Transparan.
2.      Rencana Kerja
a.                                         Kegiatan Pemeliharaan
1)        Jenis kegiatan pemeliharaan rutin
2)        Jenis kegiatan pemeliharaan periodik
3)        Jenis kegiatan pemeliharaan darurat
b.                Perkiraan Kebutuhan Sumber Daya
1)        Tenaga kerja
2)        Bahan
3)        Alat
c.    Mekanisme Pelaksanaan, Pengawasan dan Pelaporan
1)   Pelaksanaan :
Ø Siapa yang ditugaskan dan kapan pelaksanaannya
Ø Pembagian tugas kelompok tenaga kerja
2)   Pengawasan/pemantauan
Ø Siapa yang ditugaskan dan kapan pelaksanaannya
Ø Frekwensi pengawasan/pemantauan
3)   Pelaporan
Ø Format laporan kegiatan pemeliharaan
Ø Siapa yang ditugaskan dan kapan pelaksanaannya
Ø Rapat evaluasi bulanan
3.        Rencana Pembiayaan
a.                             Perkiraan Kebutuhan Biaya
b.                            Inventarisasi dan Perkiraan Sumber Dana

4.      Lampiran – lampiran :
a.       Gambar lokasi prasarana yang akan dipelihara
b.      Daftar nama Pengurus Kelompok dan kelompok
c.       Berita Acara Musyawarah Desa yang berisi :
1)   Pembentukan Organisasi Pemeliharaan
2)   Rencana pemeliharaan prasarana/rencana operasi dan pemeliharaan


TUGAS POKOK TIM PEMELIHARA
1.    Pembina
a.      Membina anggota tim pelaksana
b.      Memantau tata laksana pemeliharaan
2.    Ketua
a.      Melaksanakan musyawarah untuk perencanaan pemeliharaan
b.      Menggerakkan tim untuk bekerja
c.      Menyampaikan pelaporan pemeliharaan
d.     Menggerakkan  tim dalam penggalian dana
3.    Sekretaris
a.      Membuat surat - menyurat / berita acara
b.      Membantu dalam pelaporan pemeliharaan

4.    Bendahara
a.    Membantu dalam penggalian dana
b.    Mencatat transaksi keuangan secara transparan
c.    Membuat pembukuan kas untuk pelaporan
5.    Ketua Kelompok
a.    Dipilih dari kelompok penanggung jawab untuk sub proyek tertentu
b.    Menggerakkan kelompok pada saat pemeliharaan
6.    Kader Teknik
a.      Melaksanakan survey untuk pemeliharaan
b.      Mengisi format pemeliharaan serta kebutuhannya
c.      Mensosialisasikan teknik dan rencana kerja pemeliharaan
d.     Membimbing kelompok pemeliharaan
e.      Membantu menyusun laporan pemeliharaan


RENCANA KEGIATAN ORGANISASI

1.    Survei Kebutuhan Pemeliharaan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan prasarana, alternatif penanganan, kebutuhan bahan, kebutuhan tenaga, maupun biaya. Hasil survei dipakai untuk membuat rencana kegiatan pemeliharaan
2.    Pemeliharaan Rutin dan Periodik
Pemeliharaan rutin bertujuan untuk menangani masalah ringan dan biasanya dilakukan oleh anggota kelompok masyarakat berupa kegiatan mingguan yang tidak membutuhkan biaya bahan dan upah pekerja. Pemelihara periodik atau berkala merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal misalnya sebulan sekali, dua atau tiga bulan sekali dan tergantung dari jenis kerusakan prasarana dengan pertimbangan biaya tidak terlalu besar.
3.    Kegiatan Darurat
Bentuk kegiatan yang bersifat darurat merupakan kegiatan yang harus segera dilakukan apabila terdapat kerusakan prasarana yang cukup berta sebagai akibat pemakaian maupun bencana alam. Kegiatan ini berupa perbaikan sementara atau perbaikan permanen (perbaikan tetap sesuai kondisi semula) maupun penggantian bangunan dengan mengupayakan prasarana dapat berfungsi kembali. Biasanya pemeliharaan ini membutuhkan biaya dan tenaga cukup besar.

Tujuan pemeliharaan jalan adalah agar jalan yang sudah dibangun selalu dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dioperasikan secara optimal dan terjaga kelestariannya serta dapat dipakai sepanjang waktu. Prasarana jalan perlu diperiksa secara rutin serta dilakukan pendataan terhadap kekurangan-kekurangan yang ada dan kemudian diperbaiki.

LANGKAH-LANGKAH PEMELIHARAAN
1.    Penentuan bagian yang harus dipelihara (karena timbul masalah drainase, tanah, atau konstruksi yang terganggu)
2.    Tim pemelihara harus memilih waktu yang paling tepat untuk mengidentifikasikan (mengelompokkan) masalah, yaitu pada saat sehabis hujan besar (atau lebih baik lagi pada waktu hujan deras masih berlangsung).
3.    Berdasarkan inventarisasi masalah ditentukan hal mana yang dapat diperbaiki dengan sumber daya alam dan manusia yang ada di desa.
4.    Prioritas penanganan tidak dapat dilepaskan dari penentuan waktu yang paling tepat untuk pemeliharaan yaitu :
Ø  Keadaan yang berbahaya harus segera ditangani dan penggunaan jalan dibatasi atau dihentikan sama sekali sampai keadaan diperbaiki.
Ø  Masalah yang akan mengakibatkan kerusakan besar terhadap pemilikan pribadi masyarakat desa (rumah, lahan, kendaraan), harus segera ditangani, seperti meluapnya air yang mungkin akan merusak tanaman di ladang sebelah jalan atau longsor yang mengancam rumah penduduk.
Ø  Masalah yang akan menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan lebih besar harus segera ditangani seperti masalah drainase yang tidak berfungsi
Ø  Adapun masalah yang sebaiknya menunggu cuaca yang baik demi kualitas perbaikan, asal tidak merugikan masyarakat kalau menunggu (hal-hal yang perlu menunggu tanah kering, misalnya pemasangan gorong-gorong baru, atau pembuatan sub teras).
  1. Yang di luar kemampuan masyarakat harus dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (misalnya jika terjadi kerusakan jembatan atau longsornya tanah yang besar) untuk pertimbangannya dan nasihatnya.
  2. Melaksanakan kegiatan pemeliharan yang bersifat rutin, mendesak, dan berkala, yaitu :
-       Rutin : kegiatan yang perlu dilaksanakan paling sedikit sekali setahun pada bagian jalan tertentu (saluran pembuang air, badan jalan, bahu jalan, lereng/tebing, dan bangunan pelengkap)
-       Mendesak : kejadian yang tidak disangka-sangka memerlukan kegiatan perbaikan yang perlu dilakukan segera seperti kerusakan oleh banjir, tanah longsor, dsb.
-       Periodik : kegiatan yang kadang-kadang dibutuhkan untuk memperbaiki bagian jalan tertentu setelah periode beberapa tahun.  Kegiatan tersebut memerlukan bantuan dan sarana untuk melaksanakannya dan biasanya mengharuskan penggunaan dana sarana cadangan pada bagian jalan.  Kegiatan ini perlu diidentifikasi (atau dikelompokkan) sesuai tingkatannya dan direncanakan pelaksanaannya secara spesifik.

PEMELIHARAAN DRAINASE
Air merupakan musuh jalan yang paling kuat, jalan menjadi jelek jika badan jalan tidak cepat kering setelah hujan, jalan menjadi terputus apabila air dibiarkan melintangi permukaan jalan,  jalan menjadi rusak apabila air dibiarkan mengalir di tengah jalan dan jalan menjadi bergelombang apabila fondasi jalan tidak kering.  Untuk mengantisipasi semua itu diperlukan drainase (atau saluran pembuangan air).
            Pemeliharaan drainase adalah kegiatan rutin yang paling penting.  Pemeliharaan ini meliputi :
·      Memangkas rumput dan membersihkan saluran dari semak dan kotoran yang menghambat aliran air.
·      Membersihkan endapan lumpur (lumpur yang tertinggal di dasar saluran) dan memperbaiki bagian saluran yang terkikis air serta saluran diperbesar.
·      Gorong-gorong atau saluran pembuang ditambah untuk mengurangi debit (banyaknya) air saluran dan dibersihkan dari endapan.
Saluran dibuat sampai tempat pembuangan yang aman, saluran pembuang dibuat dengan ukuran yang cukup (termasuk kemiringan saluran) dan saluran diberi pelindung batu atau rumput

 
PEMELIHARAAN BADAN JALAN
Badan jalan adalah prioritas kedua yang menjadi perhatian kelompok pemelihara jalan.  Biasanya apabila terjadi hujan lebat, air hujan mengalir deras di permukaan jalan, sehingga akan mengakibatkan terkikisnya lapisan pasir atau tanah liat pada badan jalan.  Jika ada kendaraan yang lewat dapat melonggarkan tatanan batu dan membuat batu terlepas.  Karena air tidak dapat dibuang dari permukaan jalan, maka jalan menjadi becek dan terkena erosi, akibatnya badan jalan menjadi rusak (punggung sapi hilang), serta terdapat badan jalan yang becek.
Kegiatan pemeliharaan badan jalan meliputi :
·      Mencabut rumput dari permukaan jalan dan permukaan jalan diratakan kembali kemudian dilapisi atau diberi bahan tambahan sirtu atau tasirtu (tanah, pasir, dan batu) dan dipadatkan.
·      Apabila permukaan jalan yang berlubang atau rusak, untuk perbaikan permukaan yang berlubang dibuka lebih besar dari pada yang rusak, kemudian lubang diurug kembali dengan bahan sirtu atau tasirtu dan dipadatkan.
·      Pada bagian batu yang terlepas, batu dipasang kembali di atas lapisan yang diperbaiki dan dipadatkan.
·      Pada bagian yang becek permukaan jalan digali kembali (dicari sumber kebecekan dan diperbaiki), tanah yang becek diganti tanah kering (sedikit dibasahi) kemudian dipadatkan dan batu dipasang kembali.
·      Air bawah tanah harus dialirkan dengan dibuat drainase campuran pasir dan kerikil
·      Membentuk kembali badan jalan (membentuk punggung sapi), baru kemudian batu dipasang kembali
Membentuk kembali bagian pinggir antara lapisan pengerasan batu dan bahu jalan (batu pinggir)


PEMELIHARAAN BAHU JALAN
            Bahu jalan harus lebih rendah dari badan jalan, agar air dapat mengalir dengan lancar ke saluran tanpa menimbulkan erosi dan jalan tidak menjadi becek.  Apabila ada rumput tumbuh pada bahu jalan (rumput boleh tumbuh di bahu jalan, tetapi perlu dipangkas untuk diratakan), aliran air akan terhambat yang akhirnya air akan menggenang di badan jalan sehingga dapat menimbulkan kikisan yang dalam.  Kendaraan yang berpapasan setelah hujan lebat turun dapat meninggalkan bekas roda pada bahu jalan yang basah dan lunak dan apabila tidak dibenahi, bahu jalan akan menjadi kubangan air.
Kegiatan pemeliharaan bahu jalan meliputi :
·      Pada bagian yang lebat, rumput dipotong dan pada bagian yang gundul rumput ditanam.
·      Bagian yang terkena erosi diperbaiki dengan diurug kembali dengan tanah dan dipadatkan kemudian ditanami rumput.
·      Membentuk kembali bagian pinggir antara lapisan pengerasan batu dan bahu jalan dan mengganti batu pinggir yang hilang.
·      Apabila bahu jalan masih lebih tinggi dari badan jalan, maka harus dilakukan pengeprasan pada bagian yang menonjol, kemudian dipadatkan.
·      Pada saat membersihkan saluran, tanah buangan tidak boleh dibuang ke bahu jalan.
PEMELIHARAAN TEBING
            Tebing (atau lereng) jalan merupakan bagian jalan yang sering menjadi masalah karena longsoran atau erosi tanah.  Selama dan sesudah hujan lebat, air yang mengalir dari tempat sekitar tebing akan melintas di atas jalan sebelum masuk ke dalam saluran.  Apabila tebing tidak kuat dan tidak ada pengamanan, akan berakibat tebing menjadi mudah kena erosi air hujan, pohon-pohon besar akan mudah tumbang yang akhirnya mengakibatkan longsor.
Kegiatan pemeliharaan tebing meliputi :
·      Memperbaiki kembali bagian yang terkena erosi atau longsor dan menanam rumput sebagai pencegah erosi.
·      Untuk longsoran yang kecil, tebing diperlandai atau dibuat sub-teras (terassiring).
·      Tanaman yang terlalu tinggi dan rimbun dipangkas, ditebangi tanpa harus merusak.
Permukaan tebing ditutup dengan rumput yang menjalar atau gebalan-gebalan rumput (ditempatkan pada tanah yang baru).


PEMELIHARAAN BANGUNAN PELENGKAP
            Deker (atau gorong-gorong plat beton) adalah merupakan bagian dari drainase.  Pembersihannya menjadi bagian penting dari pemeliharaan sistem drainase.  Pemeriksaan bangunan pelengkap secara berkala adalah juga kegiatan yang sangat penting karena membantu mengetahui kerusakan atau masalah potensial sejak awal.
Kegiatan pemeliharaan biasanya meliputi :
·      Pemeliharaan dan pembersihan deker
·      Perbaikan kecil pada tembok penahan
·      Memeriksa dan melaporkan kerusakan bangunan pelengkap

 
PEMELIHARAAN PASAR/ GEDUNG
           
Pemeliharaan Rutin
            Pada dasarnya pemeliharaan rutin bersifat pekerjaan pencegahan dan umumnya terdiri atas tugas yang berulang-ulang dengan teknik yang sederhana.  Pemeliharaan rutin dilaksanakan setiap hari oleh petugas pemeliharaan di bawah tanggung jawab ketua pasar, sedangkan pembiayaan harus diatur dalam rencana pemeliharaan pasar.
            Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin pasar adalah sebagai berikut :
Ø  pembersihan halaman, lantai, los, bedak, dan kamar mandi (MCK)
Ø  pembersihan dinding-dinding gedung atau MCK
Ø  pembersihan saluran-saluran pembuangan dari sampah agar tidak terjadi penyumbatan
Ø  mengontrol talang dari sumbatan sampah
Ø  memperbaiki retak-retak kecil pada dinding bangunan
Ø  memperbaiki kebocoran pipa air  bersih

Pemeliharaan Berkala
            Adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dalam waktu bulanan, triwulan, atau tahunan yang berskala lebih besar, seperti retaknya atap bangunan, macetnya kran sehingga sulit dioperasikan atau membersihkan lumut.
            Bobot pekerjaan ini biasanya lebih besar daripada pemeliharaan rutin, dan juga memerlukan biaya khusus.

Pemeliharaan Darurat atau Bisa Disebut Pebaikan Darurat
            Adalah pekerjaan yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan yang terjadi secara tiba-tiba dan tak terduga, seperti gempa bumi, banjir, angin (badai) atau kecelakaan kecil yang menimpa bangunan, misalnya bila bangunan tertimpa pohon sekitar lokasi akibat angin kencang, perpipaan jebol karena roda kendaraan, tanah longsor di lokasi pasar dan lain sebagainya yang menyebabkan pelayanan tidak berfungsi dengan baik.
           
Hal-hal yang perlu dipelihara dikelompokkan menjadi empat bagian menurut fungsi, adalah sebagai berikut :
1 )        bangunan pelayanan (kios, los, MCK, pos jaga)
2 )        toilet  (MCK) dan sumber air
3 )        bangunan bawah
4 )        halaman

Bangunan Pelayanan (Kios, Los, MCK, dan  Pos Jaga)
            Bagian atas bangunan yang harus selalu dipelihara adalah bagian atap, rangka atap, plafon (kios, MCK, dan pos jaga).  Penyebab kerusakan biasanya berasal dari kualitas bahan yang kurang baik, cara pengerjaan yang salah, modal rangka yang tidak sesuai, rangka plafon yang lapuk akibat atap bocor serta rangka plafon kurang kuat memakunya.  Akibatnya rangka atap roboh, runtuh, atap menjadi bocor, plafon menjadi ambruk.  Cara mengatasi, perlu mengganti dengan bahan yang kualitasnya lebih baik.
            Kerusakan dinding biasanya retak-retak karena penurunan setempat dari pondasi, kualitas campuran adukan kurang baik atau tidak adanya ring balok (balok yang dipasang di atas pondasi).  Akibat kerusakan-kerusakan tersebut terasa tidak nyaman dipandang, dinding bisa runtuh, MCK tidak bisa lagi digunakan.  Untuk mengatasinya terlebih dahulu harus membongkar seluruh bagian dinding yang retak dan diplester kembali dengan adukan yang sempurna dengan campuran 1 semen : 4 pasir.
            Jendela dan pintu pada pos jaga, kios, dan MCK, perlu adanya pengamanan.  Karena sarana ini merupakan sarana umum dan akan digunakan orang banyak, maka kualitas bahan (seperti engsel berkarat atau patah) harus diperhatikan.  Jika terjadi kerusakan maka untuk memperbaikinya, daun pintu atau jendela diganti, engsel yang rusak juga diganti  dengan kualitas yang lebih baik.  Sedangkan daun pintu yang menyentuh lantai diketam hingga tidak menyentuh lantai lagi.  Kemudian untuk pintu kamar mandi atau WC harus dilapisi dengan tripleks atau aluminium.  Jika kusen keropos, maka harus diganti demikian pula dengan kunci pintu yang rusak harus diadakan penggantian.
            Cahaya yang kurang baik akibat ventilasi atau lubang angin yang terlalu kecil atau kurang banyak jumlahnya. Akibat ruangan tidak nyaman digunakan, pengap dan tidak sehat terutama pada MCK. Perbaikan yang diperlukan adalah mengganti ventilasi dengan yang lebih besar atau menambah lubang angin serta lubang cahaya.
            Tiang kayu penyangga atap yang keropos bisa menyebabkan robohnya atap bangunan. Ini disebabkan karena kualitas kayu jelek atau rayap yang sering kali menjadi penyebab keroposnya tiang penyangga.Jadi kayu harus diganti dengan jenis yang mempunyai kualitas baik, serta diberi obat pembasmi rayap pada kayu dengan cara dilaburkan pada seluruh batang penyangga.
            Lantai retak, pecah, licin dan tidak kedap air sering terjadi, yang menyebabakan lantai ambles dan sulit untuk dibersihkan. Biasanya hal tersebut terjadi karena kualitas bahan dan campuran yang jelek, pemadatan pada dasar  lantai yang kurang serta permukaan lantai yang terlalu halus yang menyebabkan licin. Upaya perbaikan yang harus dilakukan adalah membongkar lantai, tanah dasar diperbaiki dengan cara dipadatkan lalu memasang tegel kembali atau memasang tegel baru, bila tegel sudah terlalu licin. Sedangkan untuk lantai yang retak, lantai ditambal dan diparuti agar kasar dan dibuat kemiringan kearah pembuangan air kemudian dibersihkan dengan cara menyikat.
            Lampu penerangan yang mati, kabel yang rusak yang menyebabkan ruangan menjadi gelap atau dimalam hari mengurangi keamanan pasar. Kerusakan kabel bisa menyebabkan korsleting yang mengakibatkan terjadinya kebakaran. Ini disebabkan kabel pada stop kontak longgar, kabel dimakan rayap/tikus atau air hujan akibat atap bocor yang tepat mengenai kabel. Perbaikan yang harus dilakukan adalah mengganti lampu, hubungan antara kabel dan stop kontak diperkuat, penggantian kabel yang sudah tidak bisa digunakan lagi sampai pada perbaikan atap yang bocor.

Toilet dan Sumber Air
            Kloset yang rusak atau tersumbat akibat dari mutu kloset yang rendah dan campuran saat pemasangan yang tidak tepat, kemiringan pipa pembuangan yang kurang, pipa lobang udara oada septik tank tidak ada, adanya sampah yang masuk ke kloset. Akibatnya kloset menjadi tersumbat, pecah dantidak berfungsi lagi. Penggantian harus dilakukan dengan bahan yang lebih baik dan memasangnya menggunakan campuran yang tepat yaitu perbandingan antara 1 semen dan 3 pasir. Sedangkan pipa pembuangan harus diletakan pada kemiringan antara 2 sampai 3 persen.
            Keretakan bak air yang disebabkan kualitas campuran yang kurang baik saat pembuatan bak, bak air terlalu sering kering dan tidak pernah dibersihkan. Cara perbaikan yang harus dilakukan adalah membersihkan bagian yang bocor kemudian menambalnya dengan campuran 1 semen dan 3 pasir dan bak harus secara rutin dibersihkan.
Kualitas air sumur kurang baik disebabkan pencemaran disekitar lokasi sumur itu sendiri akibat limbah kotoran atau jarak lokasoi sumur terhadap resapan terlalu dekat yang seharusnya minimal 10 meter. Akibat pencemaran tersebut air tidak bisa digunakan, mengandung racun atau menimbulkan penyakit. Perbaikan harus dilaksanakan dengan cara membuat saluran pebuangan yang lancar ke sumur resapan agar tidak terjadi pencemaran disekitar lokasi sumur dan sumur resapan dibuat dengan jarak minimal 10 m dari lokasi sumur. Septik tank yang memenuhi syarat harus segera dibuatkan dengan jarak yang sama.
Kualitas pompa kurang baik yang menjadi penyebabnya adalah mutu pompa itu sendiri, sehingga pompa tidak bisa dipakai. Langkah perbaikan yang dilakukan dengan mengganti karet klep pompa secara rutin atau mengganti kelengkapan lainnya. Jika rusak secara keseluruhan pompa diganti dengan pompa yang lebih berkualitas.
Kerusakan pipa (bocor) yang terjadi penyebabnya adalah kualitas pompa jelek, pipa tidak ditanam, pipa pecah terlindas atau terinjak atau terkena benturan, bangunan lepas tekan tidak berfungsi atau tidak ada bangunan pelepas tekan, sehingga menyebabkan air tidak bisa mengalir ke lokasi atau air terbuang percuma. Langkah perbaikan yang harus diambil adalah dengan cara menambal bagian pipa  yang bocor atau diganti, dibuatkan pelindung pipa, jika lokasi bisa di gali, sebaiknya digali sedalam 40 cm atau diganti dengan pipa galvanis.

Bangunan Bawah
            Pipa ke septik tank tersumbat diakibatkan diameter terlalu kecil, kemiringan pipa kurang dan buangan jarang disiram. Akibatnya pipa tidak berfungsi dengan baik dan air dalam kloset tidak bisa mengalir . Cara perbaikan yang akan dilakukan adalah dengan menganti pipa yang mempunyai diameter lebih besar dan pipa dirojok agar air mengalir atau letak kloset harus lebih ditinggikan.
            Septik tank cepat penuh akibat dari ukuran septik tank yang terlalu kecil. konstruksi tidak ada pemisah, jumlah pemakai terlalu banyak dan resapan yang tidak berfungsi. Hal tersebut menyebabkan kotoran meluap/tidak bisa masuk ke septik tank , pada akhirnya  MCK tidak berfungsi lagi. Langkah perbaikan harus menguras septik tank, diberi penyekat dan dibangun resapan baru atau jika memungkinkan dibuat septik tank baru yang lebih besar lagi.
            Penyebab kurang fungsinya resapan adalah saluran pembuangan dari septik tank tersumbat,  pipa buang dari septik tank tidak diberi lubang-lubang akibatnya septik tank menjadi cepat penuh dan air resapan masih mengandung bakteri. Upaya perbaikan yang dilakukan adalah mempercepat saluran dengan cara bidang resapan digali sampai pipa resapan, kemudian pipa dirojok sampai lancar, kemudian saringan harus diganti dengan yang baik.


Halaman Pasar
            Kerusakan pada jalan masuk jalan masuk atau perpakiran sering disebabkan karena ketebalan permukaan jalan kurang memenuhi syarat, kualitas konstruksi yang jelek, pemadatan yang kurang, kendaraan yang keluar/masuk melebihi beban yang disyaratkan atau air mengenang karena titik tersalurkan. akibat jalan keluar/masuk (halaman) menjadi rusak, becek serta mengurangi fungsi. perbaikan yang harus dilakukan adalah pemadatan badan jalan, pemasangan batu dengan berdiri dan dikunci. Perbaikan kemiringan permukaan jalan sapi) agar air hujan cepat disalurkan ke drainase/saluran dan yang lebih penting lagi adalah harus ada pembatasan tonase kendaraan yang masuk.
            Pembuangan air hujan yang tidak benar disebabkan tidak adanya saluran pembuangan air hujan ke tepi jalan, saluran macet, tidak ada saluran tepi jalan atau saluran terlalu kecil. Hal ini bisa mengakibatkan becek. Bahkan jika hujan sangat deras pada musim penghujan dapat mengakibatkan air halaman masuk ke ruangan gedung. Perbaikan yang perlu untuk dilakukan, yaitu dengan membuat atau memperbaiki saluran yang rusak. Bila sudah ada saluran, perlu pembersihan secara rutin agar tidak terjadi penyumbatan.


PEMELIHARAAN IRIGASI

            Pengelolaan suatu jaringan irigasi pada dasarnya merupakan usaha bersama para pemakai/petani untuk mengoperasikan dan memelihara bersama jaringan irigasi agar dapat berdaya guna dan berhasil guna setinggi-tingginya.
            Pengertian operasi irigasi adalah proses kegiatan pengatuan, pengambilan air dari sumber air, pengaliran air ke dalam jaringan saluran irigasi dan pembagian air secara rasional ke areal tanah yang diairi secara efektif, efisien, adil dan merata serta pembuangan air kelebihan ke saluran-saluran pembuang.
            Pengertian pemeliharaan irigasi adalah usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan untuk menjaga agar jaringan irigasi selalu dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dioperasikan secara optimal, dan menjaga kelestariannya
            Pengoperasian irigasi pada hakekatnya adalah pengupayaan agar antara kebutuhan air untuk tanaman dan ketersediaan air irigasi terjadi keseimbangan sehingga menghasilkan yang paling menguntungkan bagi masyarakat, dan sejauh mungkin menghindari kegagalan panen.
Kegiatan dalam pengoperasian jaringan irigasi yang penting dilakukan adalah :
o      Membuka dan menutup pintu pemasukan air pada bendung atau bangunan pengambilan air :
-       bila air di sumber air normal, pintu dibuka, untuk mengalirkan air irigasi ke dalam jaringan irigsi.  Bukalah pintu air secukupnya sesuai dengan ketetapan desain/perencanaan.  Jangan membuka pintu terlalu lebar, karena air yang masuk ke saluran dapat melampaui kapasitasnya dan akan merusak saluran irigasi.
-       bila air di sumber air banjir, maka pintu ditutup untuk mencegah masuknya air banjir ke dalam jaringan irigasi yang akan menimbulkan kerusakan pada jaringan irigasi.
o      Membuka dan menutup pintu pembilas atau pembersih (jika ada) sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam desain.
o      Mengatur dan membagi air irigasi secara efektif, efisien, adil dan merata ke seluruh lahan persawahan dalam sistem irigasi, sesuai dengan tingkat pertumbuhan tanaman.  Pembagian air tersebut harus dilakukan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat cara.
o      Mengatur dan menjaga agar akibat-akibat negatif yang mungkin ditimbulkan oleh air, baik akibat kelebihan air, akibat kekurangan air maupun akibat pencemaran air, dapat dihindarkan.
Pembagian air irigasi pada suatu jaringan irigasi, umumnya dilaksanakan dengan cara :
·                Secara proporsional (bila air normal)
Dalam desain bangunan sudah ditetapkan agar air yang mengalir pada cabang saluran akan otomatis terbagi secara proporsional sesuai dengan luas areal masing-masing, maka pengoperasiannya menjadi sangat mudah dan tidak perlu mengatur-atur lagi.
·                Secara giliran (bila air kurang)
Jika suatu saat debit air tidak cukup untuk mengairi seluruh areal lahan, maka pembagian air dapat dilakukan secara giliran.  Lamanya pemberian air bagi tiap blok dilakukan secara bergiliran dan diatur agar :
-            sebanding dengan luas areal masing-masing.
-            sebelum kandungan air tinggal 80% atau tanahnya mulai hampir kering, blok tersebut sebaiknya telah mendapat jatah giliran air lagi.
Jika debit air di sumber air sudah normal kembali, maka pembagian air dapat dikembalikan secara proporsional lagi.  Kegiatan operasi dan kegiatan pemeliharaan adalah dua kegiatan yang berbeda, namun keduanya saling berkaitan dan ketergantungan.  Kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan opersi akan berakibat mempercepat kerusakan, yang berarti akan memperberat usaha pemeliharaan.  Sebaliknya jika pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik, akan berakibat jaringan irigasi tidak dapat dioperasikan secara optimal.
Kegiatan pemeliharaan yang perlu dilakukan pada bangunan-bangunan jaringan irigasi adalah sebagai berikut :
    1 )            Pemeliharaan Saluran
-            Pembabatan rumput dan semak-semak, pembersihan kotoran sampah. 
Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin (misalnya seminggu sekali) oleh suatu kelompok kerja yang bergerak dari hulu menuju hilir.  Ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu aliran dan mengurangi kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan yang bisa merusakkan saluran.  Perlu juga dibudayakan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran..
 
-            Pembuangan lumpur
Pekerjaan ini dilakukan secara periodik (misalnya sebulan sekali) dengan tujuan agar kapasitas saluran tetap sesuai dengan desainnya.  Endapan yang lumpur terjadi biasanya diakibatkan adanya erosi atau longsor di bagian hulu dan juga dapat diakibatkan karena terjadinya penurunan kecepatan aliran air (kecepatan air rendah).
-            Pemeliharaan bentuk saluran
Profil saluran perlu diupayakan tetap sesuai desainnya (trapesional) agar kecepatan aliran dan kapasitasnya tidak berubah.  Apabila terdapat tanggul yang longsor atau menyempit, segera dibenahi dengan cara ditimbun kembali dan diratakan, kalau perlu pada lokasi yang kritis diperkuat dengan pasangan talud.  Tindakan ini adalah untuk menghindari kerusakan yang lebih parah yaitu terputusnya saluran

-            Pencegahan rembesan dan bocoran pada tanggul saluran
Rembesan umumnya belum mengganggu tanggul, namun jika tidak segera diatasi dapat membesar dan berubah menjadi bocoran sehingga dikuatirkan dapat membobolkan tanggul saluran.  Cara mengatasi rembesa atau bocoran pada tanggul saluran :
o    Rembesan yang membesar
Membongkar sisi tanggul bagian dalam saluran yang merembes, kemudian menggantinya dengan tanah timbunan yang baru.  Pekerjaan timbunan dilakukan dengan cara dipadatkan lapisan demi lapisan.
o    Rembesan karena tanah tanggul porous (tanah berpasir)
Tebing tanggul saluran bagian dalam perlu dilining (diberi pasangan batu atau beton), kalau perlu termasuk dasar salurannya.
o    Bocoran
Bila bocoran sudah sedemikian besar, badan tanggul saluran dibagian yang bocor harus dibongkar seluruhnya dan diganti dengan material yang baik.
o    Lubang karena binatang (tikus / ketam / ular)
Lubang harus ditutup dengan cara grounting (penyuntikan), yaitu dengan memasukkan lumpur tanah liat dicampur semen (perbandingan 1 semen : 10 tanah liat)

-            Pebaikan pelindung tebing saluran
Apabila terdapat kerusakan pada pelindung tebing, harus sesegera mungkin dilakukan perbaikan agar tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah atau terputusnya saluran.  Pelindung tebing umumnya dibuat dari pasangan batu, beton, atau pasangan batu kosong.

o    Pasangan batu
Pasangan yang lepas dapat ditambal dengan lebih dahulu membongkar bagian sekitarnya yang juga sudah mulai lapuk.  Pasangan yang retak atau pecah, dapat disambung kembali dengan terlebih dahulu membongkar kiri kanan bagian yang retak / pecah agar terjadi pias selebar 1 – 1,5 m, kemudian diisi dengan pasangan batu agar penyambungan pasangan dapat menghasilkan bidang yang rata dan baik.
o    Pasangan batu kosong
Kerusakan yang terjadi pada pasangan batu kosong umumnya adalah rontok akibat dasar saluran tergerus, tanah dibelakang pasangan tergerus atau beberapa bagian batunya terlepas ulah orang.  Untuk memperbaikinya dilakukan dengan cara mengatur kembali batu-batu yang lepas ke tempat semula.

    1 )            Pemeliharaan Bangunan Bagi / Sadap
Kerusakan-kerusakan yang biasanya terjadi dan perlu mendapat perhatian :
-            Lantai olakan retak / turun
Biasanya terjadi karena kualitas adukan jelek, lantai terlalu tipis, tanah di bawahnya kurang padat atau pondasi yang kurang dalam.  Akibat yang mungkin timbul apabila tidak diperbaiki adalah terjadinya rembesan di bawah bangunan, debet air yang masuk tidak sesuai rencana, bagian tidak berfungsi.  Cara perbaikan disesuaikan dengan kondisi kerusakannya.  Kerusakan ringan ditambal dengan spasi 1 PC : 3 pasir.  Untuk kerusakan parah, bagian yang pecah karena tanah turun dibongkar, perbaikan tanah dasarnya dan dibangun kembali lantai baru dengan ketebalan sesuai.
-            Pasangan retak / rusak / batu terlepas
Hal ini akan mengakibatkan saluran bocor, terjadinya rembesan di samping bangunan, tidak berfungsinya bangunan.  Kualitas adukan jelek, terjadi gerusan di bawah talud atau batu berkualitas jelek merupakan penyebab kerusakan.  Cara perbaikan kerusakan ini sama dengan cara perbaikan pada pelindung tebing saluran.
    2 )            Pemeliharaan Pintu Air
Pintu air harus dipelihara agar selalu dapat dibuka dan ditutup dengan sempurna serta terhindar dari korosi atau pelapukan, sehingga distribusi pembagian air dapat berjalan lancar.  Kegiatan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
-            Secara teratur dalam jangka waktu tertentu harus diperiksa dengan cara dibuka penuh dan ditutup penuh, untuk mengetahui kelainan-kelainan yang mungkin terjadi.
-            Alat penggerak (batang ulir, batang pengangkat, sponing) secara teratur dalam jangka waktu tertentu harus dibersihkan dan dilumasi dengan minyak pelumas atau gemuk (grease).
-            Untuk menghindari korosi, maka daun-daun pintu dan bagian-bagian kontruksi yang lain yang terbuat dari besi harus dicat dengan cat anti karat setahun sekali (selambat-lambatnya dua tahun sekali).  Pintu air yang terbuat dari kayu secara teratur tiap tahun harus dicat untuk mencegah pelapukan.
Bahan peralatan dan perlengkapan kerja yang biasanya diperlukan dalam kegiatan pemeliharaan :
-            Bahan-bahan
Bahan bangunan yang diperlukan untuk pemeliharaan bangunan seperti semen, pasir, dan batu kali.
-            Peralatan
Alat kerja yang menunjang kegiatan pemeliharaan meliputi cangkul, sabit, cetok, linggis, skop, dan alat pemadat.
-            Perlengkapan kerja
Topi, lampu senter, jas hujan, dsb.


OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN
SARANA AIR BERSIH

Kegiatan operasional dan pemeliharaan diperlukan pada setiap bangunan penyediaan air bersih, hal ini diperlukan untuk menjaga kelestarian fungsi dari bangunan-bangunan tersebut.
Masyarakat sebagai pemilik wajib memelihara prasarana yang telah dibangun, hal ini dikarenakan prasarana tersebut merupakan modal masyarakat yang dibangun dengan biaya yang cukup besar.  Kegiatan operasional dan pemeliharaan dapat memperpanjang usia pakai prasarana dan sarana air bersih.
Usaha-usaha yang dilakukan :
·      Dukungan dana yang berasal dari iuran masyarakat konsumen, sumbangan masyarakat, dan retribusi, bila dikembangkan untuk usaha jasa (misalnya tempat pencucian kendaraan.
·      Pembagian tugas dan tanggung jawab anggota kelompok harus jelas
Kelalaian iuran dan perawatan dapat mengakibatkan operasional terganggu, yang pada akhirnya menyebabkan tidak berfungsinya prasarana, sehingga untuk dapat beroperasi kembali malah justru memerlukan biaya yang lebih besar lagi, karena kerusakan yang terjadi sudah terlalu parah.
Agar supaya prasarana tetap dapat beroperasi optimal, maka perlu diambil langkah pencegahan yaitu :
o  Pengurus aktif menagih iuran anggotanya
o  pengurus akomodatif menjelaskan tugas pembersihan
o  pengurus mampu menyusun rencana pemeliharaan
Langkah-langkah dalam pemeliharaan kesinambungan :
-       survei kebutuhan pemeliharaan
-       analisis masalah pemeliharaan
-       tindakan pemeliharaan

Mengapa perlu pemeriksaan dan pemeliharaan prasarana air bersih ?
-       untuk memperpanjang umur operasional prasarana
-       kerusakan dapat segera diketahui
-       dapat disusun rencana perbaikan (jumlah biaya, bahan, tenaga kerja)

MATA AIR PERMUKAAN
            Identifikasi masalah dan usaha perbaikan pada prasarana mata air permukaan akan dimulai dari prasarana di daerah hilir sampai ke hulu.  Mengapa demikian ?  Karena masalah yang terdeteksi lebih dahulu biasanya di daerah sekitar pemukiman masyarakat, yaitu tandon air dan kran umum sampai ke sumber mata air.
    1 )       Tandon Air dan Kran Umum
Agar supaya kran tidak lekas bocor dan rusak, maka usaha yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
§   kualitas kran harus baik
§   putar kran tidak perlu sekuat tenaga (secukupnya saja)
§   pemasangannya diberi selotif pada drat-nya
Perbaikan kran yang rusak / bocor sebaiknya diganti yang baru dengan kualitas yang baik.  Penundaan perbaikan kran bocor merupakan tindakan pemborosan karena air bersih terbuang percuma.
Air keruh dan bau tanah dapat terjadi karena bak tandon air banyak endapan lumpur, lumut, kotoran, daun, atau plesteran dinding terkelupas.  Lakukan pemeriksaan lewat lubang kontrol.  Apakah memang disebabkan dari tandon air atau dari bagian sebelah hulu atau sumber mata air.
Bila endapan lumpur ada di tandon air, maka perlu :
§   stop aliran air ke bak tandon,  dan lakukan pengurasan
§   bersihkan kotoran-kotoran yang ada pada pipa masuk dan pipa keluar ke kran (kotoran tersebut bisa lumut atau kotoran daun)
Bila dinding terkelupas atau retak, maka perlu :
§   tembel (plester kembali yang retak) dengan perbandingan adukan 1 semen : 3 pasir
§   haluskan dengan pasta semen, agar tidak mudah tumbuh lumut
Bila kandungan lumpur yang terbawa dari sumber air cukup besar, maka perlu dipikirkan pembuatan bak pengendapan lumpur dan bak kaporitisasi sebelum masuk ke bak tandon atau hanya cukup perbaikan saringan di bangunan penangkap mata air.
Lantai licin akan membahayakan konsumen terpeleset dan jatuh, terutama untuk anak kecil dan orang tua renta, maka perlu :
§   digosok dengan sikat dan air sabun, supaya lumut hilang
§   kasarkan lantai dasar dengan pasta semen dan sapu lidi
Perbaikan retak pada lantai dan saluran pembuangan :
§   tembel (plester kembali yang retak) pada bagian yang retak dengan perbandingan adukan 1 semen : 3 pasir
§   kasarkan lantai dasar dengan pasta semen dan sapu lidi
§   buat kemiringan lantai ke arah luar menuju saluran pembuangan
Lingkungan menjadi becek dan banyak endapan air, sebagai tempat sarang nyamuk berkembang biak.

    2 )       Perpipaan (Sambungan Pipa, dan Pelepas Tekanan)
Lakukan pemeriksaan perpipaan yang ditanam.  Bila tanah di sekitar jalur pipa terlihat basah dan becek, maka diperkirakan pipa mengalami kebocoran.
Usaha pemeriksaan pipa yang tertanam sebagai berikut :
-       gali tanah yang basah sampai kedalaman pipa
-       pastikan apakah pipa bocor atau tidak
-       pastikan letak kebocoran, pas di sambungan atau tidak
Dari hasil pemeriksaan dapat diperkirakan sebab-sebab kebocoran, apakah karena terlindas kendaraan, tercangkul, terkena akar pohon, atau kuatnya tekanan air ?
Pipa tertanam yang bocor, maka cara perbaikannya :
-       memotong pipa, kasarkan permukaan dan bersihkan
-       olesilah dengan lem secukupnya, kemudian sambungkan pipa
-       beri perlindungan pada sambungan pipa dengan adukan semen dan pasir
-       timbun tanah dan padatkan kembali
Lindungi pipa dari bahaya terlindas kendaraan, tercangkul dan terkena akar pepohonan.  Apabila pipa bocor karena kuatnya tekanan air, maka bangunan pelepas tekanan harus diperiksa.   Apakah mengalami sumbatan ?  Bila bangunan pelepas tekanan tersumbat, maka bersihkan kotoran yang menyujmbat bangunan tersebut.
Disarankan juga adanya tim yang berjalan kaki sepanjang jaringan perpipaan secara periodik untuk mencari kebocoran pada pipa dan penyadapan liar.
Bila tidak ada bangunan pelepas tekanan, maka perlu dipertimbangkan pembuatan bangunan pelepas tekanan, untuk mengurangi tekanan air yang terjadi karena adanya perbedaan tinggi (elevasi) yang sangat besar.
Untuk kebocoran pipa yang tidak tertanam, sebelumnya harus dapat diketahui sebab kebocorannya, apakah karena terlindas kendaraan, terinjak, tercangkul ?
Usaha perbaikan yang dapat dilakukan, yaitu :
-       stop air, siapkan lem, sok, dan potongan pipa
-       potong dan kasarkan permukaan pipa, bersihkan
-       olesi lem secukupnya, dan siap disambungkan
buat perlindungan dari gangguan terlindas kendaraan, terinjak, dan panas matahari.

    1 )       Rumah Pompa
Untuk prasarana air bersih dari sumber mata air, tidak mesti harus memakai pompa diesel.  Bila sumber mata air lebih tinggi (lebih besar 15 m) dari tandon air, maka tidak perlu memakai pompa diesel.
Bila diperlukan pompa, maka yang harus diperhatikan antara lain :
-       rumah pompa harus aman, pintu dapat digembok
-       rumah pompa kedap suara, untuk mengurangi bising
-       harus ada petugas yang bertanggung jawab
-       pergantian oli mesin diesel harus teratur

    2 )       Bak Penampung Air
Secara berkala bak penampung air harus dibersihkan dari endapan lumpur, lumut, cacing, dan kebocoran lantai dan dinding diperbaiki.
Langkah pemeliharaan dapat dilakukan sebagai berikut :
-       stop air, kuras bak penampung, buka lubang kontrol
-       bersihkan dinding atau lantai, pipa masuk, pipa keluar, pipa peluap, dan pipa ventilasi
-       tembel (plester kembali) dinding atau lantai bila terkelupas dengan campuran volume 1 semen : 3 pasir, dan lakukan penghalusan dengan pasta semen
-       dinding dan lantai dicat kembali paling tidak satu tahun sekali.
 Bila lantai retak dan bocor karena terjadi penurunan akibat tanah dasar kurang padat atau akibat gempa, maka perlu :
-       bagian yang turun dipadatkan kembali kemudian pasang lantai kembali
-       jalur retak dibuat lebih lebar dengan “bethel” dan martil
-       tembel dengan campuran volume 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dan haluskan, tunggu kering selama 1 minggu

    3 )       Penangkap Mata Air
Kotoran, daun, dan lumut di sekitar permukaan air harus dibersihkan secara rutin, agar kualitas air yang tertampung di bak penampung tetap jernih, tidak berbau, tidak berasa, karena tercemar oleh kotoran-kotoran yang masuk dari luar.
Untuk pemeliharaan berkala, dapat dilakukan :
-       pengurasan dengan mengalihkan arah aliran air
-       bersihkan kotoran, lumpur, lumut, cacing, yang menempel pada batu saringan, pipa saringan
-       susum kembali batu saringan, pipa saringan, ijuk, dan arang
Usaha agar debit air dapat melayani konsumen, yaitu:
-       Penanaman tanaman, agar dapat menambah daerah resapan air
-       Buat saluran-saluran pengumpul mata air menuju bangunan penangkap mata air
Bangunan pelindung mata air difungsikan untuk menjaga air dari sumber tidak mengalir ke segala arah dan menjaga air tidak tercemar dari luar.
Retak atau rusaknya dinding penangkap mata air, karena tertimpa pohon tumbang, tanah longsor, dilakukan dengan :
·      keringkan lokasi dan alirkan mata air
·      perbaiki dinding rusak dengan adukan 1 semen : 3 pasir
·      setelah 1 minggu, bangunan dapat difungsikan kembali



SUMUR POMPA TANGAN
Usaha pemeliharaannya dilakukan dengan :
·      pelumasan pada engsel-engsel pompa tangan
·      periksa klep, karet, packing, saringan, dan mur baut
Pemeliharaan dilakukan untuk mengurangi keausan, bunyi mengganggu telinga, dan menambah usia pompa tangan.
Saluran air buangan tersumbat, dan lingkungan sekitar becek dapat mempengaruhi kualitas air, karena air buangan dapat kembali terserap masuk ke sumur pompa.
Pencemaran oleh air buangan menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat.  Oleh sebab itu harus dilakukan pembersihan secara rutin pada saluran pembuangan agar air tetap lancar masuk ke sumur resapan yang terletak 10 m dari sumur pompa.
SUMUR GALI
Usaha pemeliharaan dilakukan dengan :
·      pelumasan pada katrol
·      pembersihan dan perbaikan dinding sumur
·      penggantian ember dan tali
Kebersihan dan tetap kering di sekitar sumur, dapat menjamin bahwa air sumur tidak tercemar oleh masuknya air buangan dari atas permukaan tanah.
Perbaikan lantai dan saluran pembuangan retak :
·      bersihkan dan kasarkan permukaan yang retak
·      periksa elevasi kemiringan lantai dan saluran
·      tembel (plester) kembali dengan perbandingan adukan 1 semen : 3 pasir
Perbandingan dinding sumur yang terkelupas :
·      bersihkan dinding sumur dari lumut, rumput, kotoran
·      tembel dengan adukan kedap air 1 semen ; 3 pasir
·      haluskan dengan pasta semen untuk mengurangi tumbuhnya lumut
Musim kemarau panjang, sumber air tidak mencukupi karena kering.  oleh karena itu musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk memperdalam sumur gali.  Sebelum penggalian sumur, pertama-tama harus dilakukan pemeriksaan lubang sumur, karena mungkin ada gas beracun.  Untuk mengetahui apakah ada gas beracun atau tidak dapat digunakan lilin, bila lilin tetap menyala dalam sumur maka dapat dikatakan aman untuk keselamatan manusia.  Sebaliknya apabila lilin mati, maka penggalian sumur dapat dihentikan karena ada gas beracunnya.


0 komentar:

Poskan Komentar